PENERAPAN KECERDASAN FINANSIAL
Kecerdasan finansial itu hanyalah pengetahuan. Tanpa diterapkan, pengetahuan tidak memiliki banyak arti. Apalagi di bidang keuangan, salah satu bidang dimana kita sepenuhnya dikuasai oleh bawah sadar. Perlu upaya yg sangat keras dan lingkungan yang mendukung untuk mengaplikasikan sebuah perubahan. Sangat jarang orang mau berubah, apalagi yg sekarang kehidupannya sudah dianggap nyaman, meskipun sebenarnya hanya nyaman dan aman untuk dirinya, tidak untuk keluarganya.
Ada 3 langkah dalam menerapkan kecerdasan finansial :
1. Hilangkan kredit konsumtif. Jika sekarang memiliki barang dg kredit dan dibayar dengan hasil kerja Anda, maka keuangan Anda sulit meningkat. Anda harus berani menjual rumah kreditan atau mobil kreditan Anda dan menggantinya dg yg lebih kecil tetapi cash dan tidak memberatkan cashflow Anda.
2. Pertahankan tingkat kehidupan Anda. Ini adalah kondisi yang perlu dilakukan jika ingin memiliki kehidupan yang nyaman di kemudian hari. Yaitu menunda kenyamanan, dimana meskipun Anda memiliki uangnya tetapi tidak digunakan untuk membeli barang konsumtif.
3. Dapatkan penghasilan pasif. Hanya ada 4 cara untuk mendapatkan penghasilan pasif, yaitu membangun bisnis besar, membeli bisnis Waralaba, membangun bisnis Networking dan berinvestasi.
Ketiga langkah diatas sangat emosional dan sukar dilakukan sendiri karena ke tiganya berlawanan dengan pendidikan yg kita terima sejak kecil.
Saya sudah tahu kecerdasan finansial ini dari buku Robert T Kiyosaki pada tahun 2000, tetapi baru bisa melakukan awal tahun 2004 ketika ada mentor. Dengan dibimbing mentor, saya bisa selamat melampaui semua itu, saya bisa bebas dari kewajiban bekerja mencari nafkah.
Monday, 4 May 2020
Saturday, 2 May 2020
PENGHASILAN PASIF DENGAN BISNIS DROPSHIP JAMAN NOW
PENGHASILAN PASIF DENGAN BISNIS DROPSHIP JAMAN NOW
Penghasilan pasif diperoleh dari apa yg sudah kita kerjakan di masa lalu, yaitu MEMBANGUN ASET. Disebut juga _Residual income.
Ini adalah jenis penghasilan yang bisa membuat kita kaya. Uang yang berasal dari penghasilan jenis ini disebut juga sebagai uang yang benar.
Berbeda dengan penghasilan aktif, semakin besar penghasilan pasif Anda, semakin relaks dan tenang kehidupan Anda.
Hambatan utk mendapatkan penghasilan pasif ini adalah diri Anda sendiri. Yaitu kepercayaan salah tentang penghasilan jenis ini. Di lingkungan orang miskin, ide penghasilan pasif tidak populer karena mereka nyaris tidak pernah mendapatkan. Dianggapnya penghasilan jenis ini adalah penghasilan yang tidak jelas berasal dari mana, seolah olah tanpa bekerja atau melakukan sesuatu kita bisa mendapatkan, sehingga kita menganggapnya sebagai penghasilan tidak sah atau haram. Seringkali juga kita bertanya kepada orang yang salah tentang boleh tidaknya penghasilan jenis ini ? Yaitu kepada orang yang mungkin juga belum tahu tentang penghasilan pasif. Sehingga pendapatnya juga didasarkan prasangka sejak kecil seperti yang lain.
Hukum alam MEMBERI DAN MENERIMA tidak mungkin membiarkan seseorang tanpa melakukan apa apa kemudian mendapat penghasilan besar. Jika seseorang mendapat penghasilan besar saat ini tanpa nampak bekerja, berarti dahulu dia sudah bekerja lebih keras dari kita dan tidak mendapatkan hasil yang sepadan dengan pekerjaannya. Hasilnya baru diterima sekarang. Jika saat bekerja Anda langsung menerima penghasilan, itu adalah penghasilan aktif dan bukan pasif. Jika kemudian dijanjikan besok akan mendapat penghasilan pasif besar, Anda layak curiga itu suatu kebohongan.
Untuk bisa mendapatkan penghasilan pasif, kata kuncinya ada 2 yaitu JARINGAN dan SISTEM.
Semakin besar jaringan bisnis atau investasi Anda, semakin besar penghasilan Anda. Semakin bagus sistemnya, semakin aman penghasilan Anda. Disini Anda sudah sepenuhnya menggantikan diri Anda sebagai aset keluarga, dengan aset lain yang jaih lebih aman. Anda sendiri bisa melakukan hal hal lain, khususnya bisa lebih dekat dengan keluarga.
Mengenai caranya bagaimana menghasilkan PENGHASILAN PASIF, Mari kita simak video dr. Sigit Setyawadi SpOg mengenai BISNIS DROPSHIP JAMAN NOW.
Salam Sukses,
Sigit Setyawadi
Penghasilan pasif diperoleh dari apa yg sudah kita kerjakan di masa lalu, yaitu MEMBANGUN ASET. Disebut juga _Residual income.
Ini adalah jenis penghasilan yang bisa membuat kita kaya. Uang yang berasal dari penghasilan jenis ini disebut juga sebagai uang yang benar.
Berbeda dengan penghasilan aktif, semakin besar penghasilan pasif Anda, semakin relaks dan tenang kehidupan Anda.
Hambatan utk mendapatkan penghasilan pasif ini adalah diri Anda sendiri. Yaitu kepercayaan salah tentang penghasilan jenis ini. Di lingkungan orang miskin, ide penghasilan pasif tidak populer karena mereka nyaris tidak pernah mendapatkan. Dianggapnya penghasilan jenis ini adalah penghasilan yang tidak jelas berasal dari mana, seolah olah tanpa bekerja atau melakukan sesuatu kita bisa mendapatkan, sehingga kita menganggapnya sebagai penghasilan tidak sah atau haram. Seringkali juga kita bertanya kepada orang yang salah tentang boleh tidaknya penghasilan jenis ini ? Yaitu kepada orang yang mungkin juga belum tahu tentang penghasilan pasif. Sehingga pendapatnya juga didasarkan prasangka sejak kecil seperti yang lain.
Hukum alam MEMBERI DAN MENERIMA tidak mungkin membiarkan seseorang tanpa melakukan apa apa kemudian mendapat penghasilan besar. Jika seseorang mendapat penghasilan besar saat ini tanpa nampak bekerja, berarti dahulu dia sudah bekerja lebih keras dari kita dan tidak mendapatkan hasil yang sepadan dengan pekerjaannya. Hasilnya baru diterima sekarang. Jika saat bekerja Anda langsung menerima penghasilan, itu adalah penghasilan aktif dan bukan pasif. Jika kemudian dijanjikan besok akan mendapat penghasilan pasif besar, Anda layak curiga itu suatu kebohongan.
Untuk bisa mendapatkan penghasilan pasif, kata kuncinya ada 2 yaitu JARINGAN dan SISTEM.
Semakin besar jaringan bisnis atau investasi Anda, semakin besar penghasilan Anda. Semakin bagus sistemnya, semakin aman penghasilan Anda. Disini Anda sudah sepenuhnya menggantikan diri Anda sebagai aset keluarga, dengan aset lain yang jaih lebih aman. Anda sendiri bisa melakukan hal hal lain, khususnya bisa lebih dekat dengan keluarga.
Mengenai caranya bagaimana menghasilkan PENGHASILAN PASIF, Mari kita simak video dr. Sigit Setyawadi SpOg mengenai BISNIS DROPSHIP JAMAN NOW.
Salam Sukses,
Sigit Setyawadi
Thursday, 30 April 2020
MEMANFAATKAN MEKANISME SUKSES OTOMATIS KITA UNTUK MENJALANKAN JT MSO
MEMANFAATKAN MEKANISME SUKSES OTOMATIS KITA UNTUK MENJALANKAN JT MSO
Masa kecil saya habiskan di rumah kakek di Yosowilangun Lumajang. Disana mulai usia 4 tahun sampai kelas 2 SD. Ada 2 hal yang masih saya ingat, yang pertama adalah ketika saya belum sekolah, sering main di sekolah SD Yosowilangun Tengah di depan rumah kakek Kakek saya adalah seorang guru senior yang sangat dikenal pada zaman itu, diberi julukan Mbah Noto Hahak karena ketawanya yang lepas membahana. Saat itu, meskipun belum sekolah, saya sering dipanggil guru kelas 4 atau kelas 5 dan di depan kelas, saya diberi soal perkalian. Saat itu saya dengan mudah bisa menjawab perkalian 2 digit kali 2 digit. Misal 24 x 35, dalam beberapa detik saya bisa menjawab hasilnya 840. Kalau sekarang, saya pakai kalkulator untuk menjawabnya. Saat itu saya dikenal sebagai anak yang cerdas, meskipun saya tidak meminum Nutrilite. Beda dengan sekarang yang banyak polusi, seorang anak bisa cerdas jika sejak kecil sudah minum suplemen untuk melindungi otaknya dari radikal bebas,
Selain dianggap pintar sehingga usia 5,5 tahun sudah disekolahkan, ada lagi yang saya ingat.
Yaitu ulah saudara saudara saya yang lebih tua, paklik paklik yang waktu itu sudah remaja.
Mereka beberapa kali memutar pedati (kereta sapi) dan dikembalikan kearah semula. Kusir pedati itu biasanya tidur dan sapinya jalan sendiri menuju pasar. Jika mereka diputar, maka si pedati akan kembali lagi ke rumahnya. Kasihan memang, tetapi bagi anak anak remaja, hal seperti itu menggelikan. Sama sekali tidak terpikirkan betapa susahnya si pemilik ketika esok harinya mereka terbangun bukan di pasar tetapi di halaman rumahnya lagi.
Saya baru mengingat soal pedati lagi ketika membaca buku Adi W Gunawan berjudul Manage Your Mind For Success. Dimana pikiran bawah sadar kita diumpamakan kuda yang menarik kereta, pikiran sadar kita adalah kusirnya dan ada 2 penumpang gelap yang sering mengganggu perjalanan kusir yaitu belief (kepercayaan terhadap sesuatu) dan pengalaman. Kedua
"penumpang gelap" itulah yang sering membisiki si kusir sehingga kita sering kesasar.
Sapi yang menarik pedati itu ibarat pikiran sadar yang sudah tahu kemana akan pergi.
Sepanjang tidak ada perintah baru dari kusir, si sapi akan membawa pedati ke tempat yang biasanya, yaitu pasar atau rumah. Tergantung arahnya. Di luar 2 sasaran tadi, si kusir harus aktif mengendalikan sapi.
Di kita juga demikian. 90% jalannya kehidupan kita ditentukan oleh PIKIRAN BAWAH SADAR, dan hanya 10% oleh PIKIRAN SADAR. Itupun sudah sering membuat orang stress dan capek.
Di program Jalan Tol MSO, ada 3 kewajiban yaitu :
1. Belanja Rp 750.000,-/bulan
2. Memasukkan 20 orang prospek untuk reprogramming.
3. Sudah memiliki tiket di SIV terdekat.
Pada sebagian orang lama, ketiga hal diatas sudah sangat biasa dilakukan. Tetapi pada orang baru, terkadang terasa susah mengeluarkan uang 750 ribu per bulan untuk belanja. Apalagi untuk ikut SIV yang tiketnya 600 ribu. Karena itu saya sarankan untuk benar benar menggunakan Mekanisme Sukses Otomatis kita supaya pengerjaannya jauh lebih ringan dan cepat.
Masa kecil saya habiskan di rumah kakek di Yosowilangun Lumajang. Disana mulai usia 4 tahun sampai kelas 2 SD. Ada 2 hal yang masih saya ingat, yang pertama adalah ketika saya belum sekolah, sering main di sekolah SD Yosowilangun Tengah di depan rumah kakek Kakek saya adalah seorang guru senior yang sangat dikenal pada zaman itu, diberi julukan Mbah Noto Hahak karena ketawanya yang lepas membahana. Saat itu, meskipun belum sekolah, saya sering dipanggil guru kelas 4 atau kelas 5 dan di depan kelas, saya diberi soal perkalian. Saat itu saya dengan mudah bisa menjawab perkalian 2 digit kali 2 digit. Misal 24 x 35, dalam beberapa detik saya bisa menjawab hasilnya 840. Kalau sekarang, saya pakai kalkulator untuk menjawabnya. Saat itu saya dikenal sebagai anak yang cerdas, meskipun saya tidak meminum Nutrilite. Beda dengan sekarang yang banyak polusi, seorang anak bisa cerdas jika sejak kecil sudah minum suplemen untuk melindungi otaknya dari radikal bebas,
Selain dianggap pintar sehingga usia 5,5 tahun sudah disekolahkan, ada lagi yang saya ingat.
Yaitu ulah saudara saudara saya yang lebih tua, paklik paklik yang waktu itu sudah remaja.
Mereka beberapa kali memutar pedati (kereta sapi) dan dikembalikan kearah semula. Kusir pedati itu biasanya tidur dan sapinya jalan sendiri menuju pasar. Jika mereka diputar, maka si pedati akan kembali lagi ke rumahnya. Kasihan memang, tetapi bagi anak anak remaja, hal seperti itu menggelikan. Sama sekali tidak terpikirkan betapa susahnya si pemilik ketika esok harinya mereka terbangun bukan di pasar tetapi di halaman rumahnya lagi.
Saya baru mengingat soal pedati lagi ketika membaca buku Adi W Gunawan berjudul Manage Your Mind For Success. Dimana pikiran bawah sadar kita diumpamakan kuda yang menarik kereta, pikiran sadar kita adalah kusirnya dan ada 2 penumpang gelap yang sering mengganggu perjalanan kusir yaitu belief (kepercayaan terhadap sesuatu) dan pengalaman. Kedua
"penumpang gelap" itulah yang sering membisiki si kusir sehingga kita sering kesasar.
Sapi yang menarik pedati itu ibarat pikiran sadar yang sudah tahu kemana akan pergi.
Sepanjang tidak ada perintah baru dari kusir, si sapi akan membawa pedati ke tempat yang biasanya, yaitu pasar atau rumah. Tergantung arahnya. Di luar 2 sasaran tadi, si kusir harus aktif mengendalikan sapi.
Di kita juga demikian. 90% jalannya kehidupan kita ditentukan oleh PIKIRAN BAWAH SADAR, dan hanya 10% oleh PIKIRAN SADAR. Itupun sudah sering membuat orang stress dan capek.
Di program Jalan Tol MSO, ada 3 kewajiban yaitu :
1. Belanja Rp 750.000,-/bulan
2. Memasukkan 20 orang prospek untuk reprogramming.
3. Sudah memiliki tiket di SIV terdekat.
Pada sebagian orang lama, ketiga hal diatas sudah sangat biasa dilakukan. Tetapi pada orang baru, terkadang terasa susah mengeluarkan uang 750 ribu per bulan untuk belanja. Apalagi untuk ikut SIV yang tiketnya 600 ribu. Karena itu saya sarankan untuk benar benar menggunakan Mekanisme Sukses Otomatis kita supaya pengerjaannya jauh lebih ringan dan cepat.
JANGAN MEMINTA PADA SESAMA
JANGAN MEMINTA PADA SESAMA
Sejak kecil saya sering melihat bude Darmi (?) datang ke rumah. Beliau tetangga depan rumah di jln. Pahlawan 25, rumah kontrakan orang tua sy dulu di Probolinggo (1963-1966). Jika ada bude Darmi, biasanya cuma berarti dua hal. Ibu tidak punya uang sehingga menggadaikan kain atau perhiasan, atau sdh punya uang untuk menebusnya. Bude Darmi adalah calo gadai yg membantu orang orang yg terlalu sibuk atau malu untuk datang ke pegadaian.
Jika membutuhkan uang, ibu saya tidak pernah meminjam uang ke saudara atau tetangga, tetapi ke pegadaian atau ke koperasi wanita. Menurut penjelasan ibu, jika kita meminjam ke badan resmi, maka otak kita akan bekerja keras mencarikan solusi untuk membayarnya, karena ada sangsi atau ancaman dibalik itu. Sebaliknya jika kita meminjam ke perorangan maka otak kita akan berhenti memikirkan jalan keluar krn tidak ada sangsi apa apa. Biasanya di saat kita akan meminjam, otak reptil kita atau otak primitif kita yg merangsang reaksi fight or flight pada kondisi terdesak akan memunculkan rencana rencana jitu untuk membayarnya. Semua jadi nampak mudah untuk membayar hutang itu, sehingga teman atau saudaranya tadi akan rela menghutangi. Tetapi jika hutang itu sudah diperoleh, akan berbeda lagi pikiran kita. Otak reptil kita tidak lagi berfungsi, dan yg mengambil alih adalah otak modern yg penuh dengan perhitungan untung rugi. Bahkan seandainya ada uangnya pun, Anda tidak akan membayar hutang itu kecuali ada paksaan dari luar. Itu adalah sifat manusia yg paling manusiawi, yaitu mencari jalan yg termudah.
Sejak saya di didik di N21, tugas utama kita adalah menyukseskan orang yg kita mentori. Meminjamkan uang ke mereka merupakan pantangan, meskipun mereka mengatakan 1000 alasan mendesak utk meminjam. Karena hampir semua yg terlibat hubungan terlarang hutang piutang itu akan muntaber (mundur tanpa berita) dari grup. Entah yg menghutangi atau yg dihutangi. Sehingga masa depannya menjadi tidak menentu lagi hanya karena kebutuhan sesaat.
Awalnya saya tidak mematuhi nasehat mentor saya meskipun sebenar nya sdh banyak pengalaman, yaitu famili yg berhutang tidak pernah ada yg mengembalikan. Mungkin mereka merasa saya tidak butuh pengembalian uang itu. Sayapun mengikhlaskan dan faktanya kehidupan famili famili tadi semakin susah.
Ternyata mentor saya sangat benar. Mereka yg pernah saya pinjami, entah uang, produk atau alat penunjang bisnis,tidak ada satupun yg muncul kembali di grup. Sampai sekarang tidak berani ketemu hanya karena uang bbrp ratus ribu saja.
Dari berbagai pengalaman itu, saya tidak lagi mau terlibat hutang piutang dg anggota grup.
Beberapa tahun lalu, saya mendapat bisikan dari seorang kenalan yg jauh lebih pakar tentang seluk beluk pikiran. Beliau mengatakan begini :"Pak Sigit, jika ada kepanitiaan pembangunan apa, jangan pernah mau ditunjuk sebagai pengumpul sumbangan. Karena meskipun itu bukan untuk kepentingan kita, saat kita MEMINTA SUMBANGAN, kita sedang menyiarkan pola pikir miskin dan butuh bantuan. Alam akan menanggapinya dengan mendatangkan kemiskinan dan kekurangan kepada kita."
Itu meminta untuk kepentingan pihak lain. Apalagi kalau meminta untuk kepentingan sendiri. Mungkin dalam proses meminta itu kita bisa mendapatkan sejumlah uang. Tetapi sebenarnya kita sedang kehilangan uang yang jauh lebih besar dari yg kita dapatkan itu. Sayangnya kita tidak tahu bahwa kita sedang rugi besar.
Sejak kecil saya sering melihat bude Darmi (?) datang ke rumah. Beliau tetangga depan rumah di jln. Pahlawan 25, rumah kontrakan orang tua sy dulu di Probolinggo (1963-1966). Jika ada bude Darmi, biasanya cuma berarti dua hal. Ibu tidak punya uang sehingga menggadaikan kain atau perhiasan, atau sdh punya uang untuk menebusnya. Bude Darmi adalah calo gadai yg membantu orang orang yg terlalu sibuk atau malu untuk datang ke pegadaian.
Jika membutuhkan uang, ibu saya tidak pernah meminjam uang ke saudara atau tetangga, tetapi ke pegadaian atau ke koperasi wanita. Menurut penjelasan ibu, jika kita meminjam ke badan resmi, maka otak kita akan bekerja keras mencarikan solusi untuk membayarnya, karena ada sangsi atau ancaman dibalik itu. Sebaliknya jika kita meminjam ke perorangan maka otak kita akan berhenti memikirkan jalan keluar krn tidak ada sangsi apa apa. Biasanya di saat kita akan meminjam, otak reptil kita atau otak primitif kita yg merangsang reaksi fight or flight pada kondisi terdesak akan memunculkan rencana rencana jitu untuk membayarnya. Semua jadi nampak mudah untuk membayar hutang itu, sehingga teman atau saudaranya tadi akan rela menghutangi. Tetapi jika hutang itu sudah diperoleh, akan berbeda lagi pikiran kita. Otak reptil kita tidak lagi berfungsi, dan yg mengambil alih adalah otak modern yg penuh dengan perhitungan untung rugi. Bahkan seandainya ada uangnya pun, Anda tidak akan membayar hutang itu kecuali ada paksaan dari luar. Itu adalah sifat manusia yg paling manusiawi, yaitu mencari jalan yg termudah.
Sejak saya di didik di N21, tugas utama kita adalah menyukseskan orang yg kita mentori. Meminjamkan uang ke mereka merupakan pantangan, meskipun mereka mengatakan 1000 alasan mendesak utk meminjam. Karena hampir semua yg terlibat hubungan terlarang hutang piutang itu akan muntaber (mundur tanpa berita) dari grup. Entah yg menghutangi atau yg dihutangi. Sehingga masa depannya menjadi tidak menentu lagi hanya karena kebutuhan sesaat.
Awalnya saya tidak mematuhi nasehat mentor saya meskipun sebenar nya sdh banyak pengalaman, yaitu famili yg berhutang tidak pernah ada yg mengembalikan. Mungkin mereka merasa saya tidak butuh pengembalian uang itu. Sayapun mengikhlaskan dan faktanya kehidupan famili famili tadi semakin susah.
Ternyata mentor saya sangat benar. Mereka yg pernah saya pinjami, entah uang, produk atau alat penunjang bisnis,tidak ada satupun yg muncul kembali di grup. Sampai sekarang tidak berani ketemu hanya karena uang bbrp ratus ribu saja.
Dari berbagai pengalaman itu, saya tidak lagi mau terlibat hutang piutang dg anggota grup.
Beberapa tahun lalu, saya mendapat bisikan dari seorang kenalan yg jauh lebih pakar tentang seluk beluk pikiran. Beliau mengatakan begini :"Pak Sigit, jika ada kepanitiaan pembangunan apa, jangan pernah mau ditunjuk sebagai pengumpul sumbangan. Karena meskipun itu bukan untuk kepentingan kita, saat kita MEMINTA SUMBANGAN, kita sedang menyiarkan pola pikir miskin dan butuh bantuan. Alam akan menanggapinya dengan mendatangkan kemiskinan dan kekurangan kepada kita."
Itu meminta untuk kepentingan pihak lain. Apalagi kalau meminta untuk kepentingan sendiri. Mungkin dalam proses meminta itu kita bisa mendapatkan sejumlah uang. Tetapi sebenarnya kita sedang kehilangan uang yang jauh lebih besar dari yg kita dapatkan itu. Sayangnya kita tidak tahu bahwa kita sedang rugi besar.
Marshall Silver :
Marshall Silver :
- 1% orang menguasai 50% uang di dunia
- 5% orang menguasai 90% uang di dunia ini. Dan 95% orang menguasai 10% uang sisanya.
- Jika semua uang di dunia dibagi rata, setiap orang akan menerima $ 2.400.000 atau 32 milyar.
- Dalam waktu 5 tahun setelah pembagian uang secara merata itu, komposisi akan kembali seperti semula. 1% orang menguasai 50% uang di dunia dan 5% orang menguasai 90% uang di dunia.
Mengapa bisa begitu ?
Karena pikiran 95% orang yg menguasai 10% uang di dunia ini ketika menerima uang itu adalah :"Uang ini akan saya gunakan utk membeli apa ya ?". Dan dg 32 milyar itu maka terfikirlah rumah mewah, mercedes, bmw, lambhorgini dsb.
Pikiran 5% orang yg menguasai 90% uang di dunia jika menerima uang :"Apa yang harus kulakukan agar uangku ini bertambah banyak ?".
Jika anggota grup Building the Dream bisa mengubah cara berpikirnya, Anda akan masuk 5% orang yang menguasai 90% uang di dunia. Karena CARA BERPIKIR adalah pangkal dari semuanya.
- 1% orang menguasai 50% uang di dunia
- 5% orang menguasai 90% uang di dunia ini. Dan 95% orang menguasai 10% uang sisanya.
- Jika semua uang di dunia dibagi rata, setiap orang akan menerima $ 2.400.000 atau 32 milyar.
- Dalam waktu 5 tahun setelah pembagian uang secara merata itu, komposisi akan kembali seperti semula. 1% orang menguasai 50% uang di dunia dan 5% orang menguasai 90% uang di dunia.
Mengapa bisa begitu ?
Karena pikiran 95% orang yg menguasai 10% uang di dunia ini ketika menerima uang itu adalah :"Uang ini akan saya gunakan utk membeli apa ya ?". Dan dg 32 milyar itu maka terfikirlah rumah mewah, mercedes, bmw, lambhorgini dsb.
Pikiran 5% orang yg menguasai 90% uang di dunia jika menerima uang :"Apa yang harus kulakukan agar uangku ini bertambah banyak ?".
Jika anggota grup Building the Dream bisa mengubah cara berpikirnya, Anda akan masuk 5% orang yang menguasai 90% uang di dunia. Karena CARA BERPIKIR adalah pangkal dari semuanya.
"MILIKI PIKIRAN BESAR"
"MILIKI PIKIRAN BESAR"
Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yang mengatakan :
“Small Minds discuss people, Average Minds discuss events, Great Minds discuss ideas”
Pikiran Kecil membicarakan orang.
Pikiran Sedang membicarakan peristiwa.
Pikiran Besar membicarakan gagasan.
...Maka sebagai akibatnya…
PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.
PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.
Ketiga jenis pikiran ini ADA di dalam setiap otak kita.
Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya.
🔙🔛🔙🔛🔙
Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa2, kecuali perseteruan.
Tetapi ...
bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.
PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”,
PIKIRAN SEDANG senang mnggunakan kata: “ADA APA”, sedangkan
PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA & BAGAIMANA”.
Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.
PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan: “SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”
PIKIRAN SEDANG akan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?”
Sedangkan Si PIKIRAN BESAR akan bertanya : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”
Dan....pikiran yang terakhir itulah yang konon menginspirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASI-nya yang sangat terkenal !
Jarang ada prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil. Ada pula IMAJINASI itupun pasti angan-angan BESAR.
Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.
Si PIKIRAN KECIL biasanya senang “melahap” TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH.
Si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA.
Si PIKIRAN BESAR memilih BUKU yang membangkitkan INSPIRASI.
Mari kita kembangkan pikiran pikiran kita untuk didominasi oleh Pikiran Besar
(Great Minds)
Pikiran yang HEBAT membicarakan Ide Ide Baru
...............
Selamat Beraktifitas.
Jangan lupa berdoa, sebelum melakukan apapun.🙏
Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yang mengatakan :
“Small Minds discuss people, Average Minds discuss events, Great Minds discuss ideas”
Pikiran Kecil membicarakan orang.
Pikiran Sedang membicarakan peristiwa.
Pikiran Besar membicarakan gagasan.
...Maka sebagai akibatnya…
PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.
PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.
Ketiga jenis pikiran ini ADA di dalam setiap otak kita.
Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya.
🔙🔛🔙🔛🔙
Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa2, kecuali perseteruan.
Tetapi ...
bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.
PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”,
PIKIRAN SEDANG senang mnggunakan kata: “ADA APA”, sedangkan
PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA & BAGAIMANA”.
Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.
PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan: “SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”
PIKIRAN SEDANG akan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?”
Sedangkan Si PIKIRAN BESAR akan bertanya : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”
Dan....pikiran yang terakhir itulah yang konon menginspirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASI-nya yang sangat terkenal !
Jarang ada prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil. Ada pula IMAJINASI itupun pasti angan-angan BESAR.
Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.
Si PIKIRAN KECIL biasanya senang “melahap” TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH.
Si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA.
Si PIKIRAN BESAR memilih BUKU yang membangkitkan INSPIRASI.
Mari kita kembangkan pikiran pikiran kita untuk didominasi oleh Pikiran Besar
(Great Minds)
Pikiran yang HEBAT membicarakan Ide Ide Baru
...............
Selamat Beraktifitas.
Jangan lupa berdoa, sebelum melakukan apapun.🙏
Subscribe to:
Posts (Atom)