Thursday, 16 April 2020
Sunday, 12 April 2020
TERCIPTA DUA KALI
TERCIPTA DUA KALI
Segala sesuatu diciptakan dua kali :_
Apapun yg ada di dunia ini, diciptakan dua kali. Mula mula tercipta di pikiran seseorang, barulah kemudian menjadi wujud nyata. Sebagai contoh, rumah dimana kita sekarang tinggal. Apakah dulu kita memanggil tukang kemudian langsung menyuruh membuat rumah ? Pastilah tidak. Rumah itu digambar dulu, konsultasi dengan calon pemilik apakah sdh cocok atau belum. Bagaimana ruang tidurnya, ruang tamunya, kamar tidur utama, teras, dapur sampai kamar tidur pembantu juga digambar. Gambar bisa dirubah beberapa kali sebelum benar benar dibangun. Selama rumah itu dibangun, terkadang ada perubahan disana sini tetapi umumnya hanya hal hal kecil.
Sekarang, mana yg lebih berharga ? Kehidupan kita secara menyeluruh ataukah rumah yg kita tinggali ?
Kalau rumah yg kita tinggali saja butuh digambar, bongkar, gambar ulang, baru dibangun. Bagaimana dengan kehidupan Anda yg lebih berharga itu ? Pernahkan Anda duduk sejenak, ambil kertas kosong dan ballpoint, kemudian menulis dan menggambar seperti apa kehidupan yg kita inginkan kelak ?
- Seperti apa gambaran rumah yg ingin kita diami kelak ?
- Seperti apa mobil mobil yg ingin kita miliki kelak ?
- Seperti apa perjalanan perjalanan yg akan kita lakukan kelak ?
- Seperti apa kegiatan sosial kita kelak ?
- Seperti apa kegiatan religius dan spiritual kita kelak ?
- Untuk menunjang semua itu, berapa penghasilan yg perlu kita dapatkan setiap bulannya ?
Pernahkan kita menuliskan itu ? . . . Umumnya tidak. Kita langsung mengambil cetok dan batu bata, kemudian mulai membangun "rumah idaman" tanpa gambar tanpa bayangan apapun di kepala kita. Kemudian kita mengeluh ketika rumah yg kita bangun menceng sana sini, baru jadi sebagian sdh ambruk, mencoba dibangun dan tetap saja tidak memenuhi keinginan kita.
Ayoolah kawan. Kita tidak mungkin membangun kehidupan yg "kita inginkan" kalau kita sendiri bahkan belum tahu apa yg sebenarnya diinginkan.
Ingat bahwa "AKU SESUAI PERSANGKAAN HAMBAKU".
Mungkin ada yg bertanya :"Pak Sigit, waktu membuat rumah kan kita sudah punya uangnya sehingga bisa dengan mudah merencanakan seberapa besar rumahnya. Lha saat kita mau membangun kehidupan, modal apa yg kita miliki ?"
Modal yg pertama ya kita sendiri. Mungkin saat ini kita merasa belum bisa melakukan apa apa krn kondisi riil kita. Anda lupa bahwa kita memiliki backing ? Yaitu Tuhan yang Maha Kuasa ?
Gambarkanlah nikmat seperti apa yg kita inginkan, cari orang orang yg sudah mencapai kehidupan nikmat itu dan kita LURUS saja mengikutinya.
Segala sesuatu diciptakan dua kali :_
Apapun yg ada di dunia ini, diciptakan dua kali. Mula mula tercipta di pikiran seseorang, barulah kemudian menjadi wujud nyata. Sebagai contoh, rumah dimana kita sekarang tinggal. Apakah dulu kita memanggil tukang kemudian langsung menyuruh membuat rumah ? Pastilah tidak. Rumah itu digambar dulu, konsultasi dengan calon pemilik apakah sdh cocok atau belum. Bagaimana ruang tidurnya, ruang tamunya, kamar tidur utama, teras, dapur sampai kamar tidur pembantu juga digambar. Gambar bisa dirubah beberapa kali sebelum benar benar dibangun. Selama rumah itu dibangun, terkadang ada perubahan disana sini tetapi umumnya hanya hal hal kecil.
Sekarang, mana yg lebih berharga ? Kehidupan kita secara menyeluruh ataukah rumah yg kita tinggali ?
Kalau rumah yg kita tinggali saja butuh digambar, bongkar, gambar ulang, baru dibangun. Bagaimana dengan kehidupan Anda yg lebih berharga itu ? Pernahkan Anda duduk sejenak, ambil kertas kosong dan ballpoint, kemudian menulis dan menggambar seperti apa kehidupan yg kita inginkan kelak ?
- Seperti apa gambaran rumah yg ingin kita diami kelak ?
- Seperti apa mobil mobil yg ingin kita miliki kelak ?
- Seperti apa perjalanan perjalanan yg akan kita lakukan kelak ?
- Seperti apa kegiatan sosial kita kelak ?
- Seperti apa kegiatan religius dan spiritual kita kelak ?
- Untuk menunjang semua itu, berapa penghasilan yg perlu kita dapatkan setiap bulannya ?
Pernahkan kita menuliskan itu ? . . . Umumnya tidak. Kita langsung mengambil cetok dan batu bata, kemudian mulai membangun "rumah idaman" tanpa gambar tanpa bayangan apapun di kepala kita. Kemudian kita mengeluh ketika rumah yg kita bangun menceng sana sini, baru jadi sebagian sdh ambruk, mencoba dibangun dan tetap saja tidak memenuhi keinginan kita.
Ayoolah kawan. Kita tidak mungkin membangun kehidupan yg "kita inginkan" kalau kita sendiri bahkan belum tahu apa yg sebenarnya diinginkan.
Ingat bahwa "AKU SESUAI PERSANGKAAN HAMBAKU".
Mungkin ada yg bertanya :"Pak Sigit, waktu membuat rumah kan kita sudah punya uangnya sehingga bisa dengan mudah merencanakan seberapa besar rumahnya. Lha saat kita mau membangun kehidupan, modal apa yg kita miliki ?"
Modal yg pertama ya kita sendiri. Mungkin saat ini kita merasa belum bisa melakukan apa apa krn kondisi riil kita. Anda lupa bahwa kita memiliki backing ? Yaitu Tuhan yang Maha Kuasa ?
Gambarkanlah nikmat seperti apa yg kita inginkan, cari orang orang yg sudah mencapai kehidupan nikmat itu dan kita LURUS saja mengikutinya.
MEKANISME SUKSES OTOMATIS
MEKANISME SUKSES OTOMATIS.
Setiap makhluk memiliki semacam servomechanism di dalam dirinya. Ikan Salmon setelah berumur 5 tahunan kembali ke tempat dilahirkan meskipun tidak pernah diberi contoh oleh induknya. Seekor tupai di Eropa yg lahir di musim semi, menjelang musim dingin sdh otomatis mengumpulkan biji bijian meskipun belum pernah mengalami musim dingin.
Manusia juga memiliki "perangkat" yg sama dg makhluk apapun di dunia. Tetapi lebih canggih dan kompleks karena tujuan hidup manusia bukan hanya makan minum dan berkembang biak saja. Ada tujuan lain yg dari waktu ke waktu berbeda. Tujuan ini harus diinstall dulu ke pikiran bawah sadarnya.
Selama ini yg sudah diinstallkan oleh lingkungan kita adalah bekerja keras mencari nafkah. Setiap ditanya "kalau besar menjadi apa ?" Maka jawaban yg diharapkan adalah nama nama pekerjaan seperti menjadi dokter, pilot, presiden dsb. Untuk mencapai tujuan itu, maka kita dibuat untuk selalu tidak punya uang supaya mau bekerja keras. Ada 2 cara yaitu uang dibuat sulit masuk dan mudah keluar.
Akibatnya, ada yg sdh bekerja keras bertahun tahun penghasilannya begitu begitu saja. Ada juga yg sudah berpenghasilan besar bertahun tahun tabungannya segitu gitu saja.
Dapat uang sedikit saja sdh muncul dorongan tak tertahankan untuk mempercantik rumah, nambah kendaraan dsb. Jika tidak begitu, bisa saja tiba tiba anak sakit, orang tua sakit, ditipu orang dsb. Pokoknya uang Anda harus habis !!
Grup wa Building The Dream (BTD) bertujuan utk MEMBERI TUJUAN BARU, yaitu berpenghasilan pasif besar dan hidup nyaman dengan penghasilan pasif besar. Dengan metode ilmiah mendengarkan 2 Audio Terapi Bawah Sadar 21x. Jika program baru di bawah sadar kita sudah terbentuk, maka Mekanisme Sukses Otomatis di dalam diri kita akan segera mengejarnya. Kita tinggal membuka hati dan pikiran saja. Kita akan diketemukan dg orang yg tepat disaat yg tepat. Tiba tiba saja kita bisa mencapainya.
Dalam bahasa sehari hari kita sering mengatakan bahwa Tuhan tidak memberi apa yg kita inginkan, tetapi memberi apa yg kita butuhkan. dan yang kita butuhkan itu sebenarnya adalah segala sesuatu yg ada di pikiran bawah sadar kita.
Sesederhana itu ππ
Setiap makhluk memiliki semacam servomechanism di dalam dirinya. Ikan Salmon setelah berumur 5 tahunan kembali ke tempat dilahirkan meskipun tidak pernah diberi contoh oleh induknya. Seekor tupai di Eropa yg lahir di musim semi, menjelang musim dingin sdh otomatis mengumpulkan biji bijian meskipun belum pernah mengalami musim dingin.
Manusia juga memiliki "perangkat" yg sama dg makhluk apapun di dunia. Tetapi lebih canggih dan kompleks karena tujuan hidup manusia bukan hanya makan minum dan berkembang biak saja. Ada tujuan lain yg dari waktu ke waktu berbeda. Tujuan ini harus diinstall dulu ke pikiran bawah sadarnya.
Selama ini yg sudah diinstallkan oleh lingkungan kita adalah bekerja keras mencari nafkah. Setiap ditanya "kalau besar menjadi apa ?" Maka jawaban yg diharapkan adalah nama nama pekerjaan seperti menjadi dokter, pilot, presiden dsb. Untuk mencapai tujuan itu, maka kita dibuat untuk selalu tidak punya uang supaya mau bekerja keras. Ada 2 cara yaitu uang dibuat sulit masuk dan mudah keluar.
Akibatnya, ada yg sdh bekerja keras bertahun tahun penghasilannya begitu begitu saja. Ada juga yg sudah berpenghasilan besar bertahun tahun tabungannya segitu gitu saja.
Dapat uang sedikit saja sdh muncul dorongan tak tertahankan untuk mempercantik rumah, nambah kendaraan dsb. Jika tidak begitu, bisa saja tiba tiba anak sakit, orang tua sakit, ditipu orang dsb. Pokoknya uang Anda harus habis !!
Grup wa Building The Dream (BTD) bertujuan utk MEMBERI TUJUAN BARU, yaitu berpenghasilan pasif besar dan hidup nyaman dengan penghasilan pasif besar. Dengan metode ilmiah mendengarkan 2 Audio Terapi Bawah Sadar 21x. Jika program baru di bawah sadar kita sudah terbentuk, maka Mekanisme Sukses Otomatis di dalam diri kita akan segera mengejarnya. Kita tinggal membuka hati dan pikiran saja. Kita akan diketemukan dg orang yg tepat disaat yg tepat. Tiba tiba saja kita bisa mencapainya.
Dalam bahasa sehari hari kita sering mengatakan bahwa Tuhan tidak memberi apa yg kita inginkan, tetapi memberi apa yg kita butuhkan. dan yang kita butuhkan itu sebenarnya adalah segala sesuatu yg ada di pikiran bawah sadar kita.
Sesederhana itu ππ
KOSONG
KOSONG - PLONG
Bapak dan ibu, Saya akan cerita lagi tentang dr. Sigit Setyawadi, Sp.Og.
Pada saat hotelnya yang di Batu sudah jadi tahun 2010, dr. Sigit pindah ke Surabaya.
Dari Batu ke Surabaya, dokter Sigit pindah ke rumah yang sudah penuh perabot. Sedang hotel tidak butuh almari, buffet, meja tulis dan sebagainya. Semua dibagi bagi ke tukang, pembantu dan tetangga. Karena selama ini ada kebiasaan yaitu beliau tidak mau menjual barang yang tidak terpakai. Seberapapun mahalnya, akan diberikan orang jika sudah tidak dipakai lebih dari 1 tahun.
Suatu hari anak bungsu pak dokter merengek ke ibunya minta dibelikan baju baru. Mendengar itu, pak dokter masuk ke kamar anaknya dan membuka almarinya. Ternyata almari itu penuh dengan baju dan tas sekolah. Ketika ditanyakan ke anaknya, si anak mengatakan bahwa baju baju itu kebanyakan sudah lama dan tidak dipakai. Oleh pak dokter diminta diberikan temannya.
Besoknya Chaca pulang sekolah bersama beberapa teman. Mereka lama di kamar Chaca, keluar menenteng beberapa tas kresek dan juga tas sekolah. Rupanya baju dan tas yang tidak terpakai di bagi bagi ke temannya.
Kurang dari satu minggu setelah itu, Chaca mendapat kiriman baju dari eyangnya, dari bude nya. Padahal itu bukan ulang tahunnya.
Ada filosofi yang ditanamkan dokter Sigit ke anak anaknya.
Jika sebuah baju sudah lebih dari 1 tahun tidak dipakai, jangan disimpan. Berikan orang lain yang mungkin mau memakainya. Tentu ini diluar baju spesial seperti jas yang memang jarang dipakai. Jika ingin memiliki baju baru, kosongkan almarinya (kurangi) dan berikan baju ke orang lain. Tuhan akan mengisi kekosongan itu.
Besok akan kami sampaikan materi tentang Hukum Alam. Hukum yang dibuat Tuhan untuk mengatur Alam ini. Hukum yang tidak akan bisa di manipulasi.ππ»ππ»KOSONG - PLONG
Bapak dan ibu, Saya akan cerita lagi tentang dr. Sigit Setyawadi, Sp.Og.
Pada saat hotelnya yang di Batu sudah jadi tahun 2010, dr. Sigit pindah ke Surabaya.
Dari Batu ke Surabaya, dokter Sigit pindah ke rumah yang sudah penuh perabot. Sedang hotel tidak butuh almari, buffet, meja tulis dan sebagainya. Semua dibagi bagi ke tukang, pembantu dan tetangga. Karena selama ini ada kebiasaan yaitu beliau tidak mau menjual barang yang tidak terpakai. Seberapapun mahalnya, akan diberikan orang jika sudah tidak dipakai lebih dari 1 tahun.
Suatu hari anak bungsu pak dokter merengek ke ibunya minta dibelikan baju baru. Mendengar itu, pak dokter masuk ke kamar anaknya dan membuka almarinya. Ternyata almari itu penuh dengan baju dan tas sekolah. Ketika ditanyakan ke anaknya, si anak mengatakan bahwa baju baju itu kebanyakan sudah lama dan tidak dipakai. Oleh pak dokter diminta diberikan temannya.
Besoknya Chaca pulang sekolah bersama beberapa teman. Mereka lama di kamar Chaca, keluar menenteng beberapa tas kresek dan juga tas sekolah. Rupanya baju dan tas yang tidak terpakai di bagi bagi ke temannya.
Kurang dari satu minggu setelah itu, Chaca mendapat kiriman baju dari eyangnya, dari bude nya. Padahal itu bukan ulang tahunnya.
Ada filosofi yang ditanamkan dokter Sigit ke anak anaknya.
Jika sebuah baju sudah lebih dari 1 tahun tidak dipakai, jangan disimpan. Berikan orang lain yang mungkin mau memakainya. Tentu ini diluar baju spesial seperti jas yang memang jarang dipakai. Jika ingin memiliki baju baru, kosongkan almarinya (kurangi) dan berikan baju ke orang lain. Tuhan akan mengisi kekosongan itu.
Besok akan kami sampaikan materi tentang Hukum Alam. Hukum yang dibuat Tuhan untuk mengatur Alam ini. Hukum yang tidak akan bisa di manipulasi.ππ»ππ»
Bapak dan ibu, Saya akan cerita lagi tentang dr. Sigit Setyawadi, Sp.Og.
Pada saat hotelnya yang di Batu sudah jadi tahun 2010, dr. Sigit pindah ke Surabaya.
Dari Batu ke Surabaya, dokter Sigit pindah ke rumah yang sudah penuh perabot. Sedang hotel tidak butuh almari, buffet, meja tulis dan sebagainya. Semua dibagi bagi ke tukang, pembantu dan tetangga. Karena selama ini ada kebiasaan yaitu beliau tidak mau menjual barang yang tidak terpakai. Seberapapun mahalnya, akan diberikan orang jika sudah tidak dipakai lebih dari 1 tahun.
Suatu hari anak bungsu pak dokter merengek ke ibunya minta dibelikan baju baru. Mendengar itu, pak dokter masuk ke kamar anaknya dan membuka almarinya. Ternyata almari itu penuh dengan baju dan tas sekolah. Ketika ditanyakan ke anaknya, si anak mengatakan bahwa baju baju itu kebanyakan sudah lama dan tidak dipakai. Oleh pak dokter diminta diberikan temannya.
Besoknya Chaca pulang sekolah bersama beberapa teman. Mereka lama di kamar Chaca, keluar menenteng beberapa tas kresek dan juga tas sekolah. Rupanya baju dan tas yang tidak terpakai di bagi bagi ke temannya.
Kurang dari satu minggu setelah itu, Chaca mendapat kiriman baju dari eyangnya, dari bude nya. Padahal itu bukan ulang tahunnya.
Ada filosofi yang ditanamkan dokter Sigit ke anak anaknya.
Jika sebuah baju sudah lebih dari 1 tahun tidak dipakai, jangan disimpan. Berikan orang lain yang mungkin mau memakainya. Tentu ini diluar baju spesial seperti jas yang memang jarang dipakai. Jika ingin memiliki baju baru, kosongkan almarinya (kurangi) dan berikan baju ke orang lain. Tuhan akan mengisi kekosongan itu.
Besok akan kami sampaikan materi tentang Hukum Alam. Hukum yang dibuat Tuhan untuk mengatur Alam ini. Hukum yang tidak akan bisa di manipulasi.ππ»ππ»KOSONG - PLONG
Bapak dan ibu, Saya akan cerita lagi tentang dr. Sigit Setyawadi, Sp.Og.
Pada saat hotelnya yang di Batu sudah jadi tahun 2010, dr. Sigit pindah ke Surabaya.
Dari Batu ke Surabaya, dokter Sigit pindah ke rumah yang sudah penuh perabot. Sedang hotel tidak butuh almari, buffet, meja tulis dan sebagainya. Semua dibagi bagi ke tukang, pembantu dan tetangga. Karena selama ini ada kebiasaan yaitu beliau tidak mau menjual barang yang tidak terpakai. Seberapapun mahalnya, akan diberikan orang jika sudah tidak dipakai lebih dari 1 tahun.
Suatu hari anak bungsu pak dokter merengek ke ibunya minta dibelikan baju baru. Mendengar itu, pak dokter masuk ke kamar anaknya dan membuka almarinya. Ternyata almari itu penuh dengan baju dan tas sekolah. Ketika ditanyakan ke anaknya, si anak mengatakan bahwa baju baju itu kebanyakan sudah lama dan tidak dipakai. Oleh pak dokter diminta diberikan temannya.
Besoknya Chaca pulang sekolah bersama beberapa teman. Mereka lama di kamar Chaca, keluar menenteng beberapa tas kresek dan juga tas sekolah. Rupanya baju dan tas yang tidak terpakai di bagi bagi ke temannya.
Kurang dari satu minggu setelah itu, Chaca mendapat kiriman baju dari eyangnya, dari bude nya. Padahal itu bukan ulang tahunnya.
Ada filosofi yang ditanamkan dokter Sigit ke anak anaknya.
Jika sebuah baju sudah lebih dari 1 tahun tidak dipakai, jangan disimpan. Berikan orang lain yang mungkin mau memakainya. Tentu ini diluar baju spesial seperti jas yang memang jarang dipakai. Jika ingin memiliki baju baru, kosongkan almarinya (kurangi) dan berikan baju ke orang lain. Tuhan akan mengisi kekosongan itu.
Besok akan kami sampaikan materi tentang Hukum Alam. Hukum yang dibuat Tuhan untuk mengatur Alam ini. Hukum yang tidak akan bisa di manipulasi.ππ»ππ»
HIDUP INI MUDAH
HIDUP INI MUDAH, KITA SAJA YANG MEMPERSULIT.
Sejak saya berhenti praktek 17 Agustus 2005, saya terus mempelajari kehidupan ini. Semakin dipelajari, semakin besar penyesalan mengapa baru tahu sekarang hal hal begini ini ? Setelah saya bekerja superkeras selama 25 tahun sebagai dokter, dan separoh waktunya sebagai dokter kandungan.
Ternyata hidup ini sangat mudah, kita saja yang membuatnya sulit.
Sebenarnya apa yang Anda inginkan dalam hidup ini ? Yaitu hidup nyaman, sehat, tinggal di rumah yang layak, memiliki kendaraan layak untuk kesana kemari, bisa berkumpul kapan saja dengan keluarga, bisa melakukan apa saja dan kapan saja. Untuk mendapatkan kehidupan seperti itu apa yang Anda butuhkan ? . . . . UANG !!. Dunia sudah terorganisir sedemikian rupa sehingga kita melakukan apa saja memerlukan uang. Semakin banyak uang yang kita miliki, kehidupan terasa semakin mudah.
Tetapi apa yang kebanyakan orang lakukan ? Mereka tidak mencari uang, melainkan MENCARI PEKERJAAN. Yang diinginkan itu uang, tetapi yang dicari pekerjaan. Akibatnya apa yang dia peroleh ?? . . . . Pekerjaan !!. Dia bekerja untuk hidup dan hidup untuk bekerja.
Mereka mengira (saya dulu juga begitu), dengan bekerja, maka uang untuk kebutuhan hidup akan diperoleh . . . . Itu salah besar !!. Dunia memiliki hukum hukum nya sendiri, aturan aturannya sendiri. Karena selama ini Anda menginginkan BEKERJA KERAS MENCARI UANG, dan selalu berbicara tentang pekerjaan, maka itulah yang Anda peroleh. Berapapun uang yang Anda dapatkan akan disuruh menghabiskan supaya Anda terus bekerja keras. Jika punya uang sedikit saja, dimunculkan keinginan aneh yang tadinya tidak ada. Mulai mengganti keramik lantai, menambah kamar, mempercantik dapur, membuat taman, kolam renang, menambah mobil, dan sebagainya. Pokoknya uang Anda harus habis, lebih bagus lagi kalau Anda memiliki hutang banyak. Semakin banyak hutang, Anda akan bekerja semakin keras, dan berarti doa Anda terkabul.
Apakah Anda menginginkan kondisi yang berbeda ? Hidup santai dan uang datang terus ? Bagaimana caranya ? dahulu perlu merantau dan bertemu mentor orang kaya untuk merubah itu. Sekarang cukup mendengarkan 2 audio terapi bawah sadar 21x. Kalau bisa selesai dalam satu minggu. Sehari 3x 1set.
Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Itu kata guru besar Buddha Gautama 2600 tahun lalu. Pikiran terbagi dua yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar yang 9x lebih kuat dari pikiran sadar. Jadi nasib kita ke depan akan ditentukan oleh isi pikiran kita sekarang. Jika kita tidak merubah program pikiran bawah sadar dan membiarkan PROGRAM BEKERJA KERAS tetap jalan, maka bekerja keraslah yang akan kita dapat. Bukan uang, tetapi hutang. Semakin besar penghasilannya, semakin besar tanggungan hutangnya. Selama masih bisa menghasilkan uang besar tidak masalah. Jika sampai saatnya ? Pssstttt. . . . .
Apapun kondisi Anda, apakah masih menganggur atau sudah bekerja sangat keras sebagai dokter kandungan. Apakah masih hidup di bawah jembatan atau di rumah besar, tidak banyak bedanya. Jika memilih kehidupan nyaman, silahkan mendengarkan 2 ATBS yang saya lampirkan ini. Itu terbukti berfungsi untuk saya dan banyak orang lain yang sudah freedom. Siapa tahu Anda juga ?
Berikut kami sampaikan Video KEHIDUPAN PARIPURNA sebagai bahan pertimbangan mengenai bagaimana sebaiknya kehidupan kita.
Salam sukses dari saya,ππ
Sejak saya berhenti praktek 17 Agustus 2005, saya terus mempelajari kehidupan ini. Semakin dipelajari, semakin besar penyesalan mengapa baru tahu sekarang hal hal begini ini ? Setelah saya bekerja superkeras selama 25 tahun sebagai dokter, dan separoh waktunya sebagai dokter kandungan.
Ternyata hidup ini sangat mudah, kita saja yang membuatnya sulit.
Sebenarnya apa yang Anda inginkan dalam hidup ini ? Yaitu hidup nyaman, sehat, tinggal di rumah yang layak, memiliki kendaraan layak untuk kesana kemari, bisa berkumpul kapan saja dengan keluarga, bisa melakukan apa saja dan kapan saja. Untuk mendapatkan kehidupan seperti itu apa yang Anda butuhkan ? . . . . UANG !!. Dunia sudah terorganisir sedemikian rupa sehingga kita melakukan apa saja memerlukan uang. Semakin banyak uang yang kita miliki, kehidupan terasa semakin mudah.
Tetapi apa yang kebanyakan orang lakukan ? Mereka tidak mencari uang, melainkan MENCARI PEKERJAAN. Yang diinginkan itu uang, tetapi yang dicari pekerjaan. Akibatnya apa yang dia peroleh ?? . . . . Pekerjaan !!. Dia bekerja untuk hidup dan hidup untuk bekerja.
Mereka mengira (saya dulu juga begitu), dengan bekerja, maka uang untuk kebutuhan hidup akan diperoleh . . . . Itu salah besar !!. Dunia memiliki hukum hukum nya sendiri, aturan aturannya sendiri. Karena selama ini Anda menginginkan BEKERJA KERAS MENCARI UANG, dan selalu berbicara tentang pekerjaan, maka itulah yang Anda peroleh. Berapapun uang yang Anda dapatkan akan disuruh menghabiskan supaya Anda terus bekerja keras. Jika punya uang sedikit saja, dimunculkan keinginan aneh yang tadinya tidak ada. Mulai mengganti keramik lantai, menambah kamar, mempercantik dapur, membuat taman, kolam renang, menambah mobil, dan sebagainya. Pokoknya uang Anda harus habis, lebih bagus lagi kalau Anda memiliki hutang banyak. Semakin banyak hutang, Anda akan bekerja semakin keras, dan berarti doa Anda terkabul.
Apakah Anda menginginkan kondisi yang berbeda ? Hidup santai dan uang datang terus ? Bagaimana caranya ? dahulu perlu merantau dan bertemu mentor orang kaya untuk merubah itu. Sekarang cukup mendengarkan 2 audio terapi bawah sadar 21x. Kalau bisa selesai dalam satu minggu. Sehari 3x 1set.
Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Itu kata guru besar Buddha Gautama 2600 tahun lalu. Pikiran terbagi dua yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar yang 9x lebih kuat dari pikiran sadar. Jadi nasib kita ke depan akan ditentukan oleh isi pikiran kita sekarang. Jika kita tidak merubah program pikiran bawah sadar dan membiarkan PROGRAM BEKERJA KERAS tetap jalan, maka bekerja keraslah yang akan kita dapat. Bukan uang, tetapi hutang. Semakin besar penghasilannya, semakin besar tanggungan hutangnya. Selama masih bisa menghasilkan uang besar tidak masalah. Jika sampai saatnya ? Pssstttt. . . . .
Apapun kondisi Anda, apakah masih menganggur atau sudah bekerja sangat keras sebagai dokter kandungan. Apakah masih hidup di bawah jembatan atau di rumah besar, tidak banyak bedanya. Jika memilih kehidupan nyaman, silahkan mendengarkan 2 ATBS yang saya lampirkan ini. Itu terbukti berfungsi untuk saya dan banyak orang lain yang sudah freedom. Siapa tahu Anda juga ?
Berikut kami sampaikan Video KEHIDUPAN PARIPURNA sebagai bahan pertimbangan mengenai bagaimana sebaiknya kehidupan kita.
Salam sukses dari saya,ππ
PUNYA TUJUAN
Diajari Punya Tujuan
Oleh: dr. Sigit Setyawadi
Saat itu mentor saya dari Jakarta datang ke Surabaya dan saya diijinkan menemuinya. Saya dan istri datang ke hotel tempat beliau menginap. Beliau ini 11 tahun lebih muda dari saya. Setelah ngobrol sebentar, beliau mengeluarkan plastisin. Saya, istri dan beliau sendiri memegang segumpal plastisin. Kemudian beliau membagi plastisin menjadi 3 dan kami mengikutinya.
Malam itu, seorang dokter kandungan senior diajak main plastisin ya manut saja. Mentor saya sudah lama financial freedom dan tentunya saya ingin juga. Beliau tadinya manajer di IBM walau lulusan IPB. Apa perintahnya saya ikuti tanpa bertanya lagi.
“Coba pak Sigit dan bu Wati membuat mangkok bakso.” Perintahnya sambil beliau juga membuat mangkok bakso. Kami berdua membuat dengan cepat dan meletakkan di meja.
Beliau ambil plastisin kedua dan meminta kami membuat kapur tulis. Lagi-lagi kami ikuti perintahnya. Tiga plastisin berbentuk kapur tulis terletak di meja.
Beliau mengambil plastisin terakhir dan mengatakan: “Ayo kita buat dlanggenuk“.
“Apa pak ?” Saya terpaksa bertanya.
“Dlanggenuk” tegas beliau.
“Seperti apa itu pak ?” Saya menegaskan lagi karena benar-benar tidak tahu.
Dengan santai beliau menjawab: “Saya tidak tahu, tetapi di buat sajalah” sambil menggulung plastisinnya. Secara otomatis kami berdua juga menggulungnya. Beliau kemudian memijat-mijat plastisinnya dan saya menirunya. Beliau membuat bentuk kotak, dan akhirnya saya tidak tahan lagi dan bertanya :”Pak Aldi, kalau kita tidak tahu bentuknya, bagaimana kita membuatnya ?”.
“Itu pertanyaan yang saya tunggu tunggu. Tentu kita tidak bisa membuat sesuatu yang belum ada di pikiran kita. Akibatnya bapak dan ibu tadi terus melihat tangan saya dan berusaha menirukan apa yang saya lakukan”. Memang benar.
Pelajaran tentang pentingnya tujuan baru dimulai. Selama ini banyak dari kita yang mengalir saja tanpa tujuan. Kuliah di bidang A, kemudian kerja di bidang B karena masa depannya dianggap lebih baik. Bekerja keras, dapat uang banyak atau sedikit dan hidupnya mengikuti jumlah uang yang diperoleh. Hidupnya dibentuk berdasarkan situasi saat itu sambil tolah-toleh mengamati orang lain. Apa yang dilakukan orang lain kita tiru. Mereka cari penghasilan lebih besar dengan sekolah lagi, kita tiru. Terus menerus seperti itu tanpa tahu nanti akan kemana.
Pelajaran 12 tahun lalu itu melekat sampai sekarang.
Rupanya saya mulai ditunjukkan jalan yang lurus. Jalan mereka yang punya tujuan hidup yang jelas. Akhirnya merekalah yang bisa menikmati kebebasan hidup di dunia ini. Benar-benar mengendalikan kehidupannya sendiri.
Saat itu, kehidupan saya dikendalikan boss saya, yaitu pasien pasien saya. Apakah Anda sudah mengendalikan hidup Anda sendiri? Atau dikendalikan oleh pihak lain? Hari Senin sudah dijadwal harus kesini, Selasa kesana. Kalau boss membatalkan dan merubahnya, kita ikuti saja.
Itulah yang normal. Tetapi apa yang normal, belum tentu benar. Nampak normal hanya karena sebagian besar orang begitu.
"Dlanggenuk, apa itu?"
Oleh: dr. Sigit Setyawadi
Saat itu mentor saya dari Jakarta datang ke Surabaya dan saya diijinkan menemuinya. Saya dan istri datang ke hotel tempat beliau menginap. Beliau ini 11 tahun lebih muda dari saya. Setelah ngobrol sebentar, beliau mengeluarkan plastisin. Saya, istri dan beliau sendiri memegang segumpal plastisin. Kemudian beliau membagi plastisin menjadi 3 dan kami mengikutinya.
Malam itu, seorang dokter kandungan senior diajak main plastisin ya manut saja. Mentor saya sudah lama financial freedom dan tentunya saya ingin juga. Beliau tadinya manajer di IBM walau lulusan IPB. Apa perintahnya saya ikuti tanpa bertanya lagi.
“Coba pak Sigit dan bu Wati membuat mangkok bakso.” Perintahnya sambil beliau juga membuat mangkok bakso. Kami berdua membuat dengan cepat dan meletakkan di meja.
Beliau ambil plastisin kedua dan meminta kami membuat kapur tulis. Lagi-lagi kami ikuti perintahnya. Tiga plastisin berbentuk kapur tulis terletak di meja.
Beliau mengambil plastisin terakhir dan mengatakan: “Ayo kita buat dlanggenuk“.
“Apa pak ?” Saya terpaksa bertanya.
“Dlanggenuk” tegas beliau.
“Seperti apa itu pak ?” Saya menegaskan lagi karena benar-benar tidak tahu.
Dengan santai beliau menjawab: “Saya tidak tahu, tetapi di buat sajalah” sambil menggulung plastisinnya. Secara otomatis kami berdua juga menggulungnya. Beliau kemudian memijat-mijat plastisinnya dan saya menirunya. Beliau membuat bentuk kotak, dan akhirnya saya tidak tahan lagi dan bertanya :”Pak Aldi, kalau kita tidak tahu bentuknya, bagaimana kita membuatnya ?”.
“Itu pertanyaan yang saya tunggu tunggu. Tentu kita tidak bisa membuat sesuatu yang belum ada di pikiran kita. Akibatnya bapak dan ibu tadi terus melihat tangan saya dan berusaha menirukan apa yang saya lakukan”. Memang benar.
Pelajaran tentang pentingnya tujuan baru dimulai. Selama ini banyak dari kita yang mengalir saja tanpa tujuan. Kuliah di bidang A, kemudian kerja di bidang B karena masa depannya dianggap lebih baik. Bekerja keras, dapat uang banyak atau sedikit dan hidupnya mengikuti jumlah uang yang diperoleh. Hidupnya dibentuk berdasarkan situasi saat itu sambil tolah-toleh mengamati orang lain. Apa yang dilakukan orang lain kita tiru. Mereka cari penghasilan lebih besar dengan sekolah lagi, kita tiru. Terus menerus seperti itu tanpa tahu nanti akan kemana.
Pelajaran 12 tahun lalu itu melekat sampai sekarang.
Rupanya saya mulai ditunjukkan jalan yang lurus. Jalan mereka yang punya tujuan hidup yang jelas. Akhirnya merekalah yang bisa menikmati kebebasan hidup di dunia ini. Benar-benar mengendalikan kehidupannya sendiri.
Saat itu, kehidupan saya dikendalikan boss saya, yaitu pasien pasien saya. Apakah Anda sudah mengendalikan hidup Anda sendiri? Atau dikendalikan oleh pihak lain? Hari Senin sudah dijadwal harus kesini, Selasa kesana. Kalau boss membatalkan dan merubahnya, kita ikuti saja.
Itulah yang normal. Tetapi apa yang normal, belum tentu benar. Nampak normal hanya karena sebagian besar orang begitu.
"Dlanggenuk, apa itu?"
MENEMBUS BATAS
MENEMBUS BATAS
Bapak Mulyotanoyo. Beliau ini masih mindoan atau dua pupu dengan dr. Sigit. Usianya satu tahun dibawah mentor kita. Sewaktu sekolah STM, pak Mulyotanoyo tinggal di rumah dr. Sigit di Probolinggo. Setelah lulus, beliau bekerja di pabrik gula Takalar di Sulawesi Selatan.
Lama tidak berjumpa, mereka bertemu lagi tahun 2006 saat pemakaman bude nya di Kraksaan. Saat itu dr. Sigit sudah berhenti praktek dan freedom. Setelah chit chat pak Mulyotanoyo mulai menceriterakan perjalanan hidupnya. Rupanya beliau mengambil pensiun dini tahun 2001, kemudian membangun rumah (belum jadi) dan membeli truk. Sejak itu beliau menjadi sopir truk mengantarkan barang kemana mana. Paling sering ke Bali.
Beliau kemudian menceriterakan usaha demi usaha yang dilakukan dan semuanya gagal. Pada saat akan cerita lagi usaha yang ke sekian, dr. Sigit mengatakan : "Stop stop, sejak tadi yang diceriterakan kok kerjanya. Sebenarnya mas Mul ingin memiliki penghasilan berapa ?. Kalau mas Mul fokus pada kerjanya maka akan dapat kerjanya. Kalau fokus pada uangnya, akan mendapat uangnya.". Setelah ah uh ah uh karena bingung menjawab, akhirnya pak Mulyotanoyo mengatakan : "Kalau dapat 5 juta sebulan saya sudah senang. Biasanya 2-3 juta".
Mengapa 5 juta, kok tidak 10 juta ? Kata dr. Sigit dan pak Mulyotanoyo mengatakan kalau bisa segitu saya ya seneng. Kemudian ditulislah di sebuah kertas angka 10 juta rupiah.
Sambil memandang langsung pak Mul, dr. Sigit bertanya : "Enak mana mas dapat 10 juta sebulan sama dapat 20 juta ?".
Angka 20 juta ada diluar kotak berpikir pak Mul sehingga marah karena merasa dipermainkan. Setelah diyakinkan bahwa ini serius, pak Mul bertanya, apa mungkin sopir truk mendapat 20 juta ?
Pak Sigit jawab : "tidak mungkin, bisa mati kalau nyopir dapat uang 20 juta sebulan. Mau kerja berapa jam sehari ?"
Trus kerja apa ?
"ya terserah yang diatas (Tuhan)" kata pak Sigit. kalau kita memutuskan menjadi sopir, ya harus terima dengan penghasilan umumnya sopir. Tetapi kalau memutuskan mendapat penghasian 20 juta, pasti tidak akan dijadikan sopir.
Kemudian pak Mul ditanya apa berani memutuskan memiliki penghasilan 20 juta sebulan ?
Awalnya ragu ragu, tetapi setelah melihat keseriusan dr. Sigit akhirnya berani memutuskan. Sampai 3 kali ditanya apakah berani memutuskan mendapat penghasilan 20 juta sebulan ?
Sambil mengambil nafas panjang, pak Mul mengatakan :"Iya saya putuskan mendapat penghasilan 20 juta sebulan".
Setelah lama terdiam, dokter Sigit tersenyum kemudian mengatakan : "Enak mana mas, mendapat penghasilan 20 juta dengan 30 juta ?" Mulai lagi fase marah, ragu ragu dan akhirnya berani memutuskan. Begitu terus dilakukan sampai penghasilan 50 juta sebulan. Kemudian pak Mul sesampai dirumah nanti diminta melakukan sesuatu.
Kehidupan pak Mul terbuka sedikit demi sedikit. Sekarang beliau memiliki pabrik dupa besar yang mengirim hasilnya ke Bali. Penghasilan pasif sudah diperoleh karena yang mengurus pabrik adik dan anaknya. Beliau bisa memuaskan hobbynya touring dengan sepeda motor.
Kepada setiap orang beliau selalu mengatakan :"Kalau kamu fokus kerjanya maka kamu hanya akan dapat kerjanya. Tetapi kalau kamu fokus pada berapa uang yang ingin kamu peroleh, maka kamu akan dapat uangnya. Entah bagaimana caranya".
Itulah yang dilakukan dokter Sigit kepada bapak dan ibu, mengalihkan fokus hasil pelajaran sejak kecil yaitu bekerja ke hasil dan kehidupan seperti di ATBS itu, penghasilan pasif 100 juta sebulan dan hidup nyaman dengan penghasilan sekian.
Bapak Mulyotanoyo. Beliau ini masih mindoan atau dua pupu dengan dr. Sigit. Usianya satu tahun dibawah mentor kita. Sewaktu sekolah STM, pak Mulyotanoyo tinggal di rumah dr. Sigit di Probolinggo. Setelah lulus, beliau bekerja di pabrik gula Takalar di Sulawesi Selatan.
Lama tidak berjumpa, mereka bertemu lagi tahun 2006 saat pemakaman bude nya di Kraksaan. Saat itu dr. Sigit sudah berhenti praktek dan freedom. Setelah chit chat pak Mulyotanoyo mulai menceriterakan perjalanan hidupnya. Rupanya beliau mengambil pensiun dini tahun 2001, kemudian membangun rumah (belum jadi) dan membeli truk. Sejak itu beliau menjadi sopir truk mengantarkan barang kemana mana. Paling sering ke Bali.
Beliau kemudian menceriterakan usaha demi usaha yang dilakukan dan semuanya gagal. Pada saat akan cerita lagi usaha yang ke sekian, dr. Sigit mengatakan : "Stop stop, sejak tadi yang diceriterakan kok kerjanya. Sebenarnya mas Mul ingin memiliki penghasilan berapa ?. Kalau mas Mul fokus pada kerjanya maka akan dapat kerjanya. Kalau fokus pada uangnya, akan mendapat uangnya.". Setelah ah uh ah uh karena bingung menjawab, akhirnya pak Mulyotanoyo mengatakan : "Kalau dapat 5 juta sebulan saya sudah senang. Biasanya 2-3 juta".
Mengapa 5 juta, kok tidak 10 juta ? Kata dr. Sigit dan pak Mulyotanoyo mengatakan kalau bisa segitu saya ya seneng. Kemudian ditulislah di sebuah kertas angka 10 juta rupiah.
Sambil memandang langsung pak Mul, dr. Sigit bertanya : "Enak mana mas dapat 10 juta sebulan sama dapat 20 juta ?".
Angka 20 juta ada diluar kotak berpikir pak Mul sehingga marah karena merasa dipermainkan. Setelah diyakinkan bahwa ini serius, pak Mul bertanya, apa mungkin sopir truk mendapat 20 juta ?
Pak Sigit jawab : "tidak mungkin, bisa mati kalau nyopir dapat uang 20 juta sebulan. Mau kerja berapa jam sehari ?"
Trus kerja apa ?
"ya terserah yang diatas (Tuhan)" kata pak Sigit. kalau kita memutuskan menjadi sopir, ya harus terima dengan penghasilan umumnya sopir. Tetapi kalau memutuskan mendapat penghasian 20 juta, pasti tidak akan dijadikan sopir.
Kemudian pak Mul ditanya apa berani memutuskan memiliki penghasilan 20 juta sebulan ?
Awalnya ragu ragu, tetapi setelah melihat keseriusan dr. Sigit akhirnya berani memutuskan. Sampai 3 kali ditanya apakah berani memutuskan mendapat penghasilan 20 juta sebulan ?
Sambil mengambil nafas panjang, pak Mul mengatakan :"Iya saya putuskan mendapat penghasilan 20 juta sebulan".
Setelah lama terdiam, dokter Sigit tersenyum kemudian mengatakan : "Enak mana mas, mendapat penghasilan 20 juta dengan 30 juta ?" Mulai lagi fase marah, ragu ragu dan akhirnya berani memutuskan. Begitu terus dilakukan sampai penghasilan 50 juta sebulan. Kemudian pak Mul sesampai dirumah nanti diminta melakukan sesuatu.
Kehidupan pak Mul terbuka sedikit demi sedikit. Sekarang beliau memiliki pabrik dupa besar yang mengirim hasilnya ke Bali. Penghasilan pasif sudah diperoleh karena yang mengurus pabrik adik dan anaknya. Beliau bisa memuaskan hobbynya touring dengan sepeda motor.
Kepada setiap orang beliau selalu mengatakan :"Kalau kamu fokus kerjanya maka kamu hanya akan dapat kerjanya. Tetapi kalau kamu fokus pada berapa uang yang ingin kamu peroleh, maka kamu akan dapat uangnya. Entah bagaimana caranya".
Itulah yang dilakukan dokter Sigit kepada bapak dan ibu, mengalihkan fokus hasil pelajaran sejak kecil yaitu bekerja ke hasil dan kehidupan seperti di ATBS itu, penghasilan pasif 100 juta sebulan dan hidup nyaman dengan penghasilan sekian.
Subscribe to:
Posts (Atom)