Tuesday, 9 July 2013
Tuesday, 23 April 2013
Wednesday, 13 March 2013
Kerendahan Hati
Apa itu kerendahan hati ? menurut kamus besar Bahasa Indonesia kata rendah hati berarti hal(sifat)
tidak sombong atau tidak angkuh, jadi dapat disimpulkan bawha
kerendahan hati berarti sikap hidup tidak sombong atau tidak angkuh seseorang selama ia hidup.
Apa kata alkitab tetantang kerendahan hati?
Dalam Mazmur : 37:11
“ tetapi orang yang rendah hati akan
mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah” dan dalam
Filipi
: 2:3 “ dengan tidak mencari
kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan
rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari dirinya sendiri
“
Dari Filipi 2:3 jelas
bahwa rendah hati adalah lebih mengutamakan orang lain dari
dirinya sendiri dan upah orang yang rendah hati menurut mazmur mendapat warisan (sorga), sukacita (bahagia)
dan sejahtera berlimpah-limpah (kaya) .
Menurut Filipi 2:5-11, Tuhan Yesus juga seorang yang rendah hati sehingga
ia taat merendahkan diri dan mengosongkan diri, bahkan rela taat sampai mati
dikayu salib sehingga Allah mengaruniakan kepadanya berkat dan kemualiaan bahwa
didalam Nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada dilangit, yang ada diatas
bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku Yesus Kristus adalah
Tuhan bagi kemualiaan Allah Bapa. Rendah
hati lebih mementingkan kehendak Allah, taat kepada perintah Allah dari pada
keinginan sendiri.
Dalam Alkitab kita membaca banyak
sekali mujisat yang dilakukan Yesus Kristus karena ada kerendahan hati baik
oleh Yesus Kristus sendiri maupun oleh orang yang mengalami mujizat tersebut yaitu
dengan lebih memperhatikan kepentingan orang lain dari kepentingannya sendiri
padahal pada saat itu dirinya sendiri juga membutuhkan, misalnya pada mujisat memberi makan lima ribu orang Yesus lebih mengutamakan
orang banyak dengan berkata kamu harus
memberi mereka makan. Peristiwa Maria yang menuangi minyak yang mahal ke kaki
Yesus, peristiwa ini menjadi peristiwa yang selalu diceritakan ketika injil
dibreritakan, juga peristiwa Marta dan Maria
dan banyak lagi kisah – kisah Alkitab
tentang kerendahan hati.
Yesaya 57:11 “Sebab
beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk
selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi
dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat
orang-orang yang rendah hati dan
untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk”.
Mika 6:8 "Hai
manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut
TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
Sefanya 2:3 “Carilah
TUHAN, hai semua orang yang rendah hati
di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari
kemurkaan TUHAN”.
Kerendahan hati adalah sikap seseorang yang lebih mendahulukan orang lain dari pada diri sendiri disaat yang
sulit terutama lebih mendahulukan Tuhan diatas kepentingan diri sendiri, Tuhan
Yesus adalah contoh yang paling fenomenal disepanjang abad ini
Orang yang rendah hati mewarisi Sorga Halleluyah
Tuesday, 26 February 2013
Di Sorga kita buat apa saja?
Waktu kita masih kecil
atau mungkin sampai sekarang di sekolah minggu sering diceritakan oleh
bapak/ibu guru bahwa di sorga nanti kita hanya Memuji dan Menyembah Tuhan Allah
yang Maha Suci Tidak salah pendapat
demikian, memang dari banyak kesaksian orang yang pernah dibawa Tuhan Yesus ke
Sorga , disaksikan bahwa disana orang hanya Menyembah dan Memuji DIA yang duduk diatas Tahta Keamuliaan itu.
Apakah yang dikatakan Alkitab tentang ini ?
Dalam Yohanes
14:2 “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat
tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi
ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” Dari ayat ini Tuhan Yesus
mengindikasikan bahwa di Sorga banyak tempat tinggal, kita akan tinggal di
Sorga entah dirumah-rumah atau di
kamar-kamar
Disana kita akan berbicara dengan bahasa malikat
1Korintus 13:1, disana kita meyembah
Tuhan Wahyu 7:11, 11:16 dan 19:4
Disana orang tidak kawin dan dikawinkan Matius 22:30 ,Markus 12:25, Lukas 20:35
Disana akan diberi Tubuh Baru yaitu Tubuh Kebangkitan
Lukas 24:36-44
Rasul Paulus pernah bersaksi bahwa dia diangkat
ke Sorga Tinggkat ke tiga 2Korintus
12 :2-4, disana dia mendengar kata-kata yang tak terkatakan yang tak
boleh diucapkan manusia
Rasul Yohanes menulis dalam surat 1 Yohanes 4:8 Allah
adalah Kasih, Rasul Paulus menulis dalam 1Korintus 13 : 13 “Demikianlah
tinggal ketiga hal ini, yaitu iman,
pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”
Selanjutnya
dalam 1 Korintus 13 : 1-12 Rasul
Paulus menulis “Sekalipun aku dapat
berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan
canang yang gemerincing. Sekalipun
aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan
memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna
untuk memindahkan gunung, tetapi jika
aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku
membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku
untuk dibakar, tetapi jika aku tidak
mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia
tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Kasih
tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan
akan lenyap.”
Kalau kita renungkan siapakah manusia yang
sanggup menjalankan kasih ini, jujur
tidak ada satu orangpun didunia ini yang sanggup menjalankan kasih ini kecuali
satu orang yaitu Yesus Kristus Anak
Allah, maka dari itu dapat dikatakan di
Sorga Kita akan diberi Tubuh baru, rumah atau tempat baru, bahasa baru, tidak
ada kawin dan dikawinkan disana kita hanya memuji dan menyembah Tuhan, bersuka
cita serta melakukan Kasih satu dengan
lain.
Monday, 25 February 2013
Apa itu Kejujuran
Pada zaman sekarang ini kejujuran sangat sulit kita temukan,
apalagi dengan kemajuan dibidang informatika, membuat kejujuran menjadi sesuatu
yang sangat sulit ditemui ibarat mencari jarum di dalam pasir.
Beruntunglah kita yang masih punya kejujuran, pelihara kejujuran itu.
Apa sebenarnya kejujuran itu, menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia jujur
mempunyai tiga arti yaitu 1 tulus hati ; tidak berbohong, 2 tidak curang, 3
tulus ; iklas , sedangkan Kejujuran
berarti sifat (keadaan) jujur; ketulusan (hati) ; kelurusan (hati) , jadi dapat
disimpulkan kejujuran itu berarti sifat/keaadaan hati yang jujur,tulus dan
lurus.
Menurut Alkitab apa pengertian
kejujuran itu? Dalam Kitab Kejadian 3:2-6
percakapan Hawa dengan ular(iblis) , kita melihat bahwa kejujuran Hawa tanpa
diikuti dengan sikap tulus hati dan lurus hati, dia terkecoh oleh ular (iblis).
Dalam Kitab Yosua 14:7-8, percakapan Yosua dengan bani Yehuda
“7 Aku berumur empat puluh tahun,
ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai
negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya. 8 Sedang
saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap
mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh
hati.”
Kalau kita membaca pada Kitab Bilangan 13:25-33, 14 : 1-10
bahwa ke 12 pengintai itu kembali
dan menceritakan dengan jujur apa yang mereka lihat pada negeri orang Enak ternyata
ada 2 pendapat yang berbeda dari
kejujuran mereka, pertama kejujuran yang membuat tawar hati dan kejujuran
yang meneguhkan hati, akibatnya bangsa itu harus berputar di padang gurun 40
tahun lamanya.
Dalam Matius 26:69-75, Petrus menyangkal
Yesus 3 kali, rohani Petrus betul-betul terpuruk , dan dia kembali ke profesi awal sebagai nelayan,
tetapi Yesus menebus dan membangkitkan semangat Petrus itu didalam Yohanes 21:15-17 dimana Petrus dengan jujur dan tulus hati mengaku mengasihi
Yesus sebanyak 3 kali
Kita melihat bahwa Kejujuran menurut Alkitab adalah keadaan
dimana kita memberitakan sesuatu hal dengan tulus hati, lurus hati dan
sepenuh hati walaupun sulit dan akibat pemberitaan itu memberikan peneguhan hati kepada orang lain
bahwa Tuhan sanggup melakukan apapun bahkan sanggup membalikan keadaan. Amin
Halleluyah
Monday, 17 December 2012
SEJARAH POHON NATAL
Sejarah Pohon Natal
Kebiasaan memasang pohon Natal sebagai dekorasi dimulai dari Jerman. Pemasangan pohon Natal yang umumnya dari pohoncemara, atau mengadaptasi bentuk pohon cemara, itu dimulai pada abad ke-16.
Saat penduduk Jerman menyebar ke berbagai wilayah termasuk Amerika, mereka pun kerap memasang cemara yang tergolong pohon evergreen untuk dekorasi Natal di dalam rumah. Dari catatan yang ada, orang Jerman di Pennsylvania Amerika Serikat memajang pohon Natal untuk pertama kalinya pada tahun 1830-an.
Pohon Natal bukanlah suatu keharusan di gereja maupun dirumah sebab ini hanya merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain “evergreen“. Pohon Natal (cemara) ini juga melambangkan “hidup kekal“, sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara selalu hijau daunnya.
Pemasangan pohon cemara, baik asli maupun yang terbuat dari plastik, di tengah kota atau di tempat-tempat umum pun menjadi pemandangan biasa menjelang Natal. Salah satu yang terbesar adalah pohon yang ada di Rockefeller Center di 5th Avenue New York Amerika Serikat.
Legenda
Ada beberapa legenda/cerita yang beredar di kalangan orang Kristen sendiri mengenai asal mula pohon natal.
Santo Bonifacius
Menurut sebuah legenda, rohaniawan Inggris bernama Santo Bonifasius yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis dalam perjalanannya bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon ek.
Untuk menghentikan perbuatan jahat mereka, secara ajaib Santo
Bonifasius merobohkan pohon ek tersebut dengan pukulan tangannya.
Setelah kejadian yang menakjubkan tersebut di tempat pohon ek yang roboh
tumbuhlah sebuah pohon cemara.
Martin Luther dan pohon cemaranya
Cerita lain mengisahkan kejadian saat Martin Luther, tokoh Reformasi Gereja, sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam. Terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon
cemara di hutan, Martin Luther menebang sebuah pohon cemara kecil dan
membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap
bintang seperti yang dilihatnya di hutan, Martin Luther memasang
lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.
Kontroversi
Terlepas dari kebenaran kisah-kisah di atas, hingga hari ini pemasangan Pohon Natal masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan umatKristen. Bagi orang-orang yang tidak berkenan dengan pohon Natal, mengisahkan bahwa pada zaman dahulu bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia, mereka menghiasinya dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil, karena pada tgl 25 Desember ini adalah hari kelahiran dewa matahari, Mithras, yang asal mulanya dari Dewa Matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Demikian pula hari Minggu adalah hari untuk menyembah dewa matahari sesuai dari arti kata Zondag, Sunday atau Sonntag. Perlu diketahui juga bahwa dewa-dewa matahari lainnya, seperti Osiris, dewa matahari orang Mesir, dilahirkan pada tanggal 27 Desember. Demikian pula Dewa matahari Horus dan Apollo lahir pada tanggal 28 Desember.
Maka dari itu ada aliran-aliran gereja tertentu yang mengharamkan tradisi pohon Natal, sebab mereka menganggap ini sebagai pemujaan dewa matahari. Pemasangan pohon itu dianggap sebagai bentuk penyembahan berhala. Reaksi penolakan itu bahkan awalnya sempat diwarnai keputusan pemerintah Jerman untuk mendenda siapa pun yang memasang pohon cemara sebagai pohon Natal.
Hal itu mulai berubah, saat gambar Ratu Victoria dari Inggris, Pangeran Albert dari Jerman, dan anak-anaknya dengan latar pohon cemara, diilustrasikan di London News. Karena sosok Victoria yang sangat populer, pemuatan gambar itu di media massa pun membuat pohon cemara menjadi pilihan lazim sebagai pohon Natal.
Tradisi
Setelah masyarakat AS mengikuti jejak Inggris menggunakan pohon cemara pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, industri pun semakin berkembang dan merambah ke berbagai negara. Termasuk industri berbagai hiasan pohon Natal seperti bola-bola yang digantung, pernak-pernik Santa Claus, tinsel(semacam tali berumbai yang dililitkan ke pohon), dan lainnya.
Karena penggunaan pohon cemara merupakan tradisi Eropa, ekspresi sukacita yang dilambangkan dengan berbagai dekorasi itu berbeda-beda di setiap negara. Indonesia danFilipina menjadi negara yang sangat terpengaruh tradisi Eropa itu sampai akhirnya para umat Kristen membeli pohon buatan tapi yang penting berbentuk cemara.
Di Afrika Selatan keberadaan pohon Natal bukanlah sesuatu yang umum. Sementara masyarakat India, lebih memilih pohon mangga dan pohon pisang.
Sumber : Wikipedia, Almanak Kristen Indonesia 1999, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia.
Subscribe to:
Posts (Atom)






